MAKALAH SISTEM INFORMASI PRODUKSI

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI PRODUKSI











UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
TA 2014 / 2015






BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
            Sistem Informasi Produksi adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung menajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan kegiatan produksi suatu perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input,proses dan output.Sistem informasi manajemen produksi mendukung fungsi produksi /oprasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa .sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (service) yang dibutuhkan oleh konsumen.
 B. Rumusan Masalah
      1. Sistem Informasi Produksi.
2. Komponen Output Produksi.
 3. Komponen Model Produksi.
      4. Komponen Basis Data Produksi.




BAB II
PEMBAHASAN

 Pengertian Sistem Informasi Produksi
a. Menurut Bonar dan Hopwood Sistem informasi produksi adalah sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan oleh fungsi produksi.
b. Menurut Guswana Sistem Informasi produksi adalah pendukung kegiatan oprasional yang tergantung kepada beberapa aspek meliputi organisasi,teknologi,sumberdaya manuasi,penjualan produk pesanan pasar.
c. Menurut Mukhammad Huda Sistem Informasi produksi merupaka sistem yanh digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa. Jadi sistem informasi produksi merupakan sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi yang mengenai kegiatan terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.

Sistem Informasi Produksi Sistem produksi terdiri dari 2 macam yaitu:
1. Sistem produksi fisik atau sistem pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan metode yang di gunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengolah, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran tang memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang secepat mungkin. Pengendalian produksi yang di laksanakan pada perusahaan yang satu dengan perusahaan lain akan berbeda-beda tergantung pada sistem kebijakan perusahaan. Pengendalian produksi dapat di lakukan dengan:
a. Order Control: Perusahaan yang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan operasionalnya juga tergantung pada pesanan tersebut.
b. Follow Control: Perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar.
2. Sistem informasi produksi mendukung fungsi produksi / oprasi yang meliputi semua aktifitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa. Sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (sevices) yang dibutuhkan oleh konsumen.
Tujuan dari sistem informasi produksi yaitu :
 1. Digunakan dalam merencanakan,monitoring dan mengontrol proses produksi yang terjadi sehingga lebih efisien.
2. Menghasilkan efisiensi proses produksi,kontrol kualitas yang tetap serta menghasilkan produk yang lebih bagus.
3. Mengurangi biaya dari penggunaan berbagai inventarisasi dengan mendapatkan kontrol material yang baik.
4. Produksi yang dihasilkan tepat




Subsistem Input (yang mengumpulkan data dan informasi dari dalam perusahaan dan lingkungannya).
a.       Sistem informasi akuntansi
Mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok. Sebagai contoh, pegawai produksi memasukan data kedalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut sering berbentuk dokumen dengan barcode yang dapat dibaca secara optik. Media lain meliputi dokumen dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan kekomputer pusat untuk memperbarui database.
b.      Sub sistem industrial engineering (IE)
Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran-saran perbaikan. Industrial engineering terdiri dari proyek-proyek pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu produksi.
c.       Sub sistem intelijen manufaktur
Subsistem intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, material dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur adalah :
1.      Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangka maupun borongan.
2.      Sistem formal, manajemen manufaktur memulai arus informasi pekerja dengan menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya manusia. Sumber daya manusia kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai elemen lingkungan dan menhubungakan kepada pihak pelamar.
3.      Sistem informal, arus informasi antar pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer mereka.

Kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam intelijen manufaktur :
·            Pengumpulan (pendokumentasian) data dari lingkungan
·            Pengujian data,
·            Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
·            Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data
·            Pengambilan data, bisa dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain.

Kompenen Output Produksi Informasi yang dihasilakan dari hasil pengelahan data yang dapat dibagi menjadi 4 yaitu :

 a. Sub sistem Produksi adalah segala hal yang bersangkutan dengan proses yang terjadi disetiap devisi kerja ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu,menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.
b. Sub Sistem Persediaan , tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang besar.tingkat persediaan suatu barang dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya,dan tingkat persediaan rata – rata dapat diperkirakan dari separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan memeberikan jumlah stock , biaya holding,safety stock, dan lain- lain berdasarkan hasil pengolahan data dari input. Subsistem persediaan biasanya memiliki proses pembelian (purchasing) dan penyimpanan (inventory).dan fungsi dari subsistem persediaan adalah mengukur volume aktivitas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi bahan jadi .
c. Subsistem Kualitas adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas,baik waktu,biaya,performakerja,maupun pemilihan suplier.fungsi dari subsistem kualitas adalah mengukur kualitas material saat material diubah.banyak hal yang bukan unsur mutlak kualiatas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses(proces control) , perawatan (maintenance) dan spesifikasi (spesifikation)baik produk jadi maupun material.
d. Subsistem Biaya ,kompenen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada.tujuan perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan prodaknya.oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang terjadi didalamnya. Subsistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi.
Unsur-unsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang dan sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi yang akurat. Sub sistem biaya di bagi menjadi dua yaitu:
1. Biaya pemeliharaan Biaya pemeliharaan atau biaya penyimpanan biasanya di nyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang. Dan biaya tersebut mencakup fakto- faktor separti kerusakan, pencurian keusangan, pajak dan asuransi.
 2. Biaya pembelian Biaya pembelian adalah yang mencakup biaya-biaya yang terjadi saat material di pesan, waktu pembelian, biaya telepon, biaya sekretaris, biaya formulir pemesanan pembelian dan sebagainya.

Komponen Model Produksi.
Beberapa model digunakan di sistem informasi produksi:

a. Titik Pemesanan Kembali (Re-Order Point / ROP) ROP (Re-Order Point) merupakan suatu strategi yang reaktif, maksudnya menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian. Beberapa istilah di dalam ROP : Stock-out : kehabisan persediaan. Lead time : waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mengisi pesanan. Safety stock : persediaan aman.
 b.Pemesanan Kuantitas Ekonomis EOQ (Economic Order Quantity) di gunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan yang dapat meminimalkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan persediaan. EOQ adalah jumlah kuantitas barang yang dapat di peroleh dengan biaya yang minimal, atau sering di katakan sebagai jumlah pembelian yang optimal.
c. Material Requirements Planning (MRP) MRP (Material Requirements Planning) adalah suatu strategi material proaktif yaitu mengidentifikasikan material, jumlah dan tanggal yang dibutuhkan MRP memungkinkan perusahaan mengelola materialnya secara baik sehingga dapat menghindari kehabisan persediaan yang disebabkan oleh pesanan yang tidak tersedia. MRP memiliki 4 ( empat ) komponen, yakni :
 A. Master production schedule system
B. Material requirement planning system
 C. Capacity requrement planning system
D. Order release system

Komponen Basis Data Produksi.
 1). Database (tempat penyimpanan data) Database adalah suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut cara tertentu sehinnga mudah dalam hal pengambilan kembali. Beberapa data yang masuk ke dalam database adalah unik bagi fungsi produksi, tetapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain. Data yang masuk kedalam database berasl dari sub sistem input, yaitu:
a. Sumber Internal, terdiri dari SIA, dan Sistem Industrial Engineering (IE). Data internal merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), Material, mesin dan hal lainnya yang mendukung proses secra keseluruhan seperti taransportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain.
 b. Sumber Eksternal, terdiri dari Intelijen Manufaktur. Data eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Contoh data eksternal adalah data pemasok, kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik , dan lain-lain. Data-data ini biasanya berguna untuk perhitungan biaya dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.










BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Produksi adalah bidang yang terus berkembang selaras dengan perkembangan teknologi ,dimana produksi memiliki suatu jalinan hubungan timbal balik (dua arah) yang sangat kuat yang sangat erat dengan teknologi. Kebutuhan produksi untuk beroprasi dengan biaya yang lebih rendah , meningkatkan kualitas dan produktifitas , dan menciptakan produk baru menjadikan kekuatan yang mendorong teknologi untuk melakukan berbagai terobosan dan penemuan baru. produksi dalam sebuah organisasi pabrik merupakan inti yang paling dalam, spesifik serta berbeda dengan bidang fungsional lain seperti keuangan, personalia dan lain-lain. Sistem produksi merupakan kumpulan dari subsistem-subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentraformasi dari input produksi menjadi output produksi. Input produsi dapat berupa bahan baku,mesin, tenaga kerja, modal, dan informasi ,sedangkan output produksi merupak produk yang dihasilkan seperti limbah, informasi dan lain sebagainya. subsistem dari sistem produksi tersebut antara lain adalah sebagai berikut • Perencanaan dan pengendalian produksi
• Pengendalian kualitas.
• Perawatan fasilitas produksi
• Penentuan standart oprasi
• Penentuan fasilitas produksi dan
• Penentuan harga pokok produksi

B.     Saran

Dalam sebuah perusahaan diperlukan adanya sistem informasi produksi yang baik. Dengan adanya sistem informasi yang mengatur tentang produksi maka perusahaan akan lebih mudah dalam mengontrol proses produksi. Oleh sebab itu dengan pemaparan pembahasan yang ada dalam bab sebelumnya maka penulis menyarankan kepada perusahaan atau pembaca untuk menyusun sistem informasi produksi yang baik pada perusahaan yang sedang dijalankan sekarang atau kelak, sehingga dapat diharapkan akan memberikan kemudahan perusahaan dalam mengatur segala hal yang berkaitan dengan proses produksi.

Komentar

  1. bisa minta daftar pustakanya

    BalasHapus
  2. Semangat, UTY... sy alumni sana juga.. semangat jombor..

    BalasHapus
  3. J.R.R. casino to integrate in India via the J.R.Casino
    J.R.Casino is set to launch 상주 출장마사지 the J.R.Casino app through the J.R.Casino 동두천 출장마사지 India platform through 제천 출장안마 the J.R.Casino 대전광역 출장샵 India 목포 출장마사지

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer